Kenapa Orang Asia Dipukuli di Amerika Serikat?

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | New York: Kasus serangan dan kekerasan rasial terhadap orang Asia-Amerika di sejumlah wilayah di Amerika Serikat kian meningkat. Lalu apa alasan terjadinya tindakan represif tersebut?

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (12/3/2021) sejak dimulainya pandemi COVID-19 satu tahun lalu, lonjakan pelecehan dan kekerasan terhadap warga Asia disana meningkat tajam. Ribuan kasus dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari diludahi dan dilecehkan secara verbal hingga insiden penyerangan fisik.

Para pendukung dan aktivis mengatakan ini adalah kejahatan rasial, dan sering dikaitkan dengan retorika yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran COVID-19. Hal itu sudah diperingatkan oleh FBI (Biro Penyelidik Federal) yang mengatakan pada awal wabah COVID-19 di AS bahwa mereka memperkirakan akan terjadi lonjakan kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia.

Sementara itu, pada akhir tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan yang merinci “tingkat yang mengkhawatirkan” dari kekerasan bermotif rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.

Link Banner

Pada tahun lalu, sebuah kelompok advokasi, Stop AAPI Hate mengatakan menerima lebih dari 2.800 laporan insiden kebencian yang ditujukan pada orang Asia-Amerika secara nasional di AS. Kelompok tersebut bahkan menyiapkan alat pelaporan mandiri online pada awal pandemi.

Baca Juga  Danlanud Pattimura Kuker ke Kabupaten MOA MBD

Pada tahun 2020, gugus tugas kejahatan rasial Kota New York menyelidiki 27 insiden, meningkat sembilan kali lipat dari tahun sebelumnya. Di Oakland, California, polisi telah menambahkan patroli dan mendirikan pos komando di Chinatown.

Menurut laporan yang dirilis oleh Dewan Perencanaan Kebijakan Asia Pasifik, dari Maret hingga Mei 2020 saja, lebih dari 800 insiden kebencian terkait COVID-19 dilaporkan dari 34 kabupaten di negara bagian California, Amerika Serikat.

Bahkan menurut Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme, angka-angka itu terus meningkat di Orange County, di mana insiden kebencian anti-Asia naik sekitar 1.200%. Dilaporkan CBS News, di wilayah tetangga Los Angeles County, kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika naik 115%.

Para pendukung orang Asia-Amerika mengatakan kekerasan dapat dikaitkan dengan meningkatnya sentimen anti-Asia di AS. Sejumlah orang secara langsung menyalahkan retorika anti-China dari mantan Presiden Donald Trump, yang sering menyebut pandemi sebagai “virus China” atau “kung flu”.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Malut Buka Kegiatan Pembinaan Reformasi Birokrasi

Selama pekan pertamanya menjabat, Presiden Joe Biden menandatangani tindakan eksekutif yang pada dasarnya melarang penggunaan bahasa semacam itu di dalam pemerintah federal.

Penyebab Kekerasan terhadap Orang Asia-Amerika

Seorang aktivis dan pendiri organisasi nirlaba hak-hak sipil Rise, Amanda Nguyen mengatakan ‘insiden (kekerasan) ini paling tepat dijelaskan berupa “kelalaian secara luas” atas orang Asia-Amerika dalam percakapan budaya.

“Meskipun populasi Asia tumbuh lebih cepat daripada kelompok besar lainnya dalam sensus AS terakhir, cerita komunitas tidak diliput secara luas di media dan kekhawatiran yang ada tidak disurvei oleh partai politik,” kata Nguyen kepada BBC.

Lebih lanjut, Nguyen mengatakan beberapa badan federal bahkan tidak memasukkan komunitas Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik dalam definisi mereka tentang ras minoritas. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang menyerang Asia-Amerika sejak pandemi dimulai “tidak dapat benar-benar membedakan dan tidak peduli apakah kami X, Y atau Z”.

Baca Juga  THR ASN Sudah Cair, Pemkab Halbar Alokasikan Rp.14,9 Miliar

“Mereka telah menjadikan kami kambing hitam untuk melakukan kekerasan mereka.”

Bagi Nguyen, semakin banyak sorotan yang diterima terkait kejahatan anti-Asia, semakin baik. Dia mencatat bahwa undang-undang dapat membantu menyelesaikan masalah, tetapi AS juga membutuhkan perubahan budaya.

“Kami berada dalam momen penting sekarang,” tambah Nguyen. “Kami telah dihapus secara sistematis di setiap tingkatan dan orang-orang dapat mulai memerangi masalah itu dengan mendidik diri mereka sendiri tentang kami.”

Bulan lalu, seorang imigran Thailand berusia 84 tahun di San Francisco, California, meninggal setelah didorong dengan kasar hingga jatuh saat jalan pagi. Sebelumnya kasus serupa juga terjadi Brooklyn, New York dimana seorang perempuan asal China berusia 89 tahun ditampar dan dibakar oleh dua orang.

(red/dtc/bbc)