Porostimur.com | New York: Kasus serangan dan kekerasan rasial terhadap orang Asia-Amerika di sejumlah wilayah di Amerika Serikat kian meningkat. Lalu apa alasan terjadinya tindakan represif tersebut?
Seperti dilansir dari BBC, Jumat (12/3/2021) sejak dimulainya pandemi COVID-19 satu tahun lalu, lonjakan pelecehan dan kekerasan terhadap warga Asia disana meningkat tajam. Ribuan kasus dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari diludahi dan dilecehkan secara verbal hingga insiden penyerangan fisik.
Para pendukung dan aktivis mengatakan ini adalah kejahatan rasial, dan sering dikaitkan dengan retorika yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran COVID-19. Hal itu sudah diperingatkan oleh FBI (Biro Penyelidik Federal) yang mengatakan pada awal wabah COVID-19 di AS bahwa mereka memperkirakan akan terjadi lonjakan kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia.
Sementara itu, pada akhir tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan yang merinci “tingkat yang mengkhawatirkan” dari kekerasan bermotif rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.
Pada tahun lalu, sebuah kelompok advokasi, Stop AAPI Hate mengatakan menerima lebih dari 2.800 laporan insiden kebencian yang ditujukan pada orang Asia-Amerika secara nasional di AS. Kelompok tersebut bahkan menyiapkan alat pelaporan mandiri online pada awal pandemi.








