Porostimur.com, Ternate – Dukungan terhadap pembebasan 11 masyarakat adat Maba Sangaji terus mengalir. Kali ini datang dari Solidaritas Merauke yang menyampaikan sikapnya melalui sebuah video berdurasi 1 menit 50 detik, beredar di sejumlah grup WhatsApp pada Kamis (21/8/2025).
Dalam video tersebut, tampak sejumlah aktivis dan perwakilan komunitas membacakan pernyataan sikap.
Mereka dengan tegas menolak kriminalisasi terhadap masyarakat adat dan menyatakan bahwa perjuangan warga Maba Sangaji adalah bentuk perlawanan yang sah.
“Masyarakat Adat Maba Sangaji telah berjuang melindungi wilayah adat mereka dari berbagai ancaman yang mengancam keberlangsungan hidup dan budaya mereka. Perjuangan ini adalah bagian dari hak asasi mereka untuk mempertahankan identitas, tanah, dan sumber daya alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka,” tegas salah satu aktivis dalam tayangan video itu.
Proses Hukum Dinilai Tidak Adil
Sebanyak 11 warga Maba Sangaji kini menghadapi proses hukum setelah melakukan prosesi adat dan menyatakan penolakan terhadap aktivitas PT Position yang beroperasi di atas tanah adat mereka.
Para aktivis Solidaritas Merauke menilai kriminalisasi terhadap masyarakat adat bukanlah jalan keluar yang adil.









