Porostimur.com, Ambon – Pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan merupakan kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah. Jalan yang memadai tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di suatu daerah. Namun, kondisi berbeda dirasakan oleh warga di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah (Malteng).
Pasalnya jalan yang berada di area bekas banjir akibat jebolnya Bendungan Wae Ela, Desa Negeri Lima pada 25 Juli 2013 silam, hingga kini tak kunjung rampung dibangun.
Menurut salah seorang warga masyarakat Negeri Lima, M. Fatriq Maasily, kondisi jalan di kawasan tersebut tidak nyaman ketika dilintasi oleh para pengendara karena belum diaspal.
“Kami sendiri resah. Bila hujan turun, sebagian jalan berlubang tergenang air. Sebaliknya, saat kemarau tiba, debu beterbangan. Pokoknya paling menggagu, kami merasa tidak nyaman,” kata Fatriq kepada Porostimur.com, Selasa (28/1/2025).
Fatriq bilang, jalan tersebut seharusnya sudah bisa selesai dari beberapa tahun yang lalu. Sebab, jalan ini merupakan jalan utama akses menuju ke Kota Ambon, sehingga tidak ada alasan harus tertahan lama sampai sekarang. “Kan ini jalan provinsi, jalan utama. Harusnya sudah diaspal,” ujarnya.









