Sultan Tidore: Kami Sudah Berkali-kali Mati untuk NKRI

oleh -302 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Maluku Utara yang juga Sultan Tidore, Husain Syah mengatatakan Maluku, Maluku Utara dan Papua, Papua Barat harus mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah pusat.

Di hadapan Sidang Paripurna DPD RI, Sultan Tidore mengatatakan, keempat daerah ini hendaknya jangan hanya dijadikan sebagai pelangkap semboyan NKRI Harga Mati, melainkan harus diperlakuan secara adil dalam bingkai berbangsa dan bernegara.

“Saya sampaikan disini bahwa Maluku, Maluku Utara dan Papua, Papua Barat sudah mati berulang-ulang untuk NKRI,” tegasnya.

Sultan Husain Syah juga meminta seluruh anggota parlemen untuk serius bersikap terhadap masalah yang kini terjadi di Papua.

View this post on Instagram

My great soultan

A post shared by Dino Umahuk (@valdinho74) on

Kepada porostimur.com, Sultan Husain Syah mengatatakan, dirinya tidak akan legal bersuara demi kepentingan seluruh anggota.

“Selama saya masih bernapas dan masih diberikan mulut untuk bersuara lantang, maka saya akan memperjuangkan daerah ini diperhatikan oleh Pemerintah Pusat, karena negeri ini sudah memberikan banyak sumbangsi besar untuk negara, jadi sudah sepantasnya negera harus memberikan hak untuk Negeri Moloku Kieraha,” tegasnya.

Baca Juga  Silaturahmi Alumni Fakultas Peternakan, Rektor Unhas Sampaikan Terima Kasih Kepada Mantan Gubernur Maluku Said Assagaf

Sultan Husain menambahkan, Kesultanan Tidore memiliki 1/3 wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kalau saja digabungkan dengan Kesultanan Ternate, Kesultanan Bacan dan Kesultanan Jailolo, maka hampir semua wilayah NKRI merupakan wilayah Kesultanan Moloku Kieraha.

“Perjuangan ini akan tetap saya galakkan untuk Maloku Kieraha, selama saya masih bernapas dan berbicara, maka suara ini tidak akan pernah berhenti untuk mempertegas bahwa Negeri ini sudah banyak berbuat untuk NKRI, sehingga Pemerintah Pusat harus memberikan hak kepada Negeri Moloku Kieraha,” tegasnya Sang Sultan. (red)