Porostimur.com, Ambon — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Ambon memilih tidak menerapkan program les tambahan di luar jam sekolah dalam mempersiapkan siswa kelas IX menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Sekolah menekankan penguatan proses pembelajaran reguler di kelas agar siswa siap menghadapi TKA tanpa tekanan berlebihan.
Kepala SMP Negeri 4 Ambon Kustanto, S.Pd., M.Pd., mengatakan kebijakan tersebut diambil agar TKA tidak menjadi beban psikologis bagi peserta didik. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026).
TKA Bukan Tekanan, Tapi Bekal Masa Depan
Menurut Kustanto, TKA merupakan instrumen penting yang akan menjadi salah satu pertimbangan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK. Namun demikian, sekolah tidak ingin pelaksanaan TKA justru menimbulkan kecemasan berlebihan.
“TKA ini sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan. Tetapi kami tidak ingin itu menjadi tekanan. Karena itu, persiapan dilakukan setiap hari melalui proses pembelajaran di kelas, bukan melalui les tambahan,” ujar Kustanto.
Ia menegaskan, pembelajaran yang konsisten dan terarah di kelas dinilai lebih efektif dibandingkan menambah jam belajar di luar sekolah.
Pembiasaan AKM Jadi Modal Utama
Kustanto menjelaskan, pola persiapan TKA di SMP Negeri 4 Ambon tidak terlepas dari pengalaman siswa mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Sejak kelas VIII, siswa telah terbiasa mengerjakan soal-soal berbasis literasi dan numerasi.









