Porostimur.com, Teheran — Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan tantangan terbuka kepada militer Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pezeshkian meminta pasukan AS, jika benar-benar ingin berperang, berhadapan langsung dengan kekuatan militer Iran dan tidak menjadikan warga sipil maupun infrastruktur kebutuhan dasar sebagai sasaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui akun X miliknya pada Sabtu, di tengah tekanan militer dan ekonomi yang terus menghantam Republik Islam Iran.
“Jika orang Amerika adalah pejuang sejati, biarkan mereka menghadapi kekuatan militer kami yang gagah berani. Mengapa mengobarkan perang terhadap infrastruktur sipil, pasokan makanan, dan mata pencaharian?” tulis Pezeshkian.
Ia juga menuduh Washington menggunakan tekanan terhadap kebutuhan dasar masyarakat sebagai cara untuk memaksa Iran menyerah.
“Jika mereka manusia, mengapa menghalangi akses masyarakat terhadap air, makanan, dan obat-obatan? Rakyat kami tidak bisa dipaksa tunduk melalui intimidasi. Iran tidak akan menyerah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap keras pemerintah Iran yang menolak tekanan AS sekaligus menuding Washington menggunakan serangan terhadap fasilitas sipil dan tekanan ekonomi untuk melemahkan ketahanan masyarakat.










