Tim SAR Lakukan Pencarian Dua Remaja Korban Kapal Tenggelam

oleh -64 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Regu penyelamat dari Pos SAR Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku masih melakukan pencarian terhadap dua dari tiga orang yang mengalami kecelakaan laut di Perairan Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Tim penolong SAR Namlea beserta unsur potensi SAR telah dikerahkan guna melakukan pencarian setelah menerima laporan keluarga korban bernama Satria Tomia,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Djunaidi di Ambon, Senin (9/11/2020).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon Djunaidi mengatakan kecelakaan perahu tersebut membawa tiga orang penumpang, masing-masing Firmansya Tomia 19 tahun, Wahid Tomia 18 tahun, dan Rizal 19 tahun.

“Firmansya Tomia selamat, dua lainnya masih dalam pencarian,” kata Djunaidi melalui pernyataan resmi, Senin (9/11) pagi.

Djunaidi menyebutkan pada Senin (9/11), Basarnas baru mengirimkan tim Search dan Rescue (SAR) dari Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru pada pukul 06.12 WIT, setelah menerima informasi dari Satria Tomia salah satu ibu korban pada pukul 05.00 WIT.

Baca Juga  Rayakan Kenaikan Pangkat, Sekda Nias Utara Booking 5 Wanita Cantik, Foya-foya dan Pakai Narkoba

“Basarnas, masyarakat dan pihak keluarga sudah menuju lokasi pencarian, setelahnya akan diberikan informasi dari tim pencarian,” ucap dia.

Informasi awal, perahu Ketinting tersebut bertolak dari pelabuhan Pulau Manipa Dusun Pilar Lahutubang menuju pulau Kelang, Dusun Tihu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dalam perjalanan, perahu Ketinting yang ditumpangi tiga remaja diterjang ombak hingga terbalik pada pukul 11.08 WIT. Ketiga remaja berupaya menyelamatkan diri dengan melompat keluar perahu yang mulai tenggelam saat hendak berlayar menuju pulau Kelang, Dusun Tihu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Tiga warga asal Desa Manipa itu rencana akan berlayar selama 2 jam sampai di Pulau Kelang, namun mengalami tenggelam dan satu penumpang bernama Firmansya Tomia (19) ditemukan selamat, sementara Wahid Tomia (18) dan Rizal (19) masih dinyatakan hilang.

Baca Juga  Lantamal IX Ambon Gelar Upacara Peringatan HUT TNI AL ke-74

Keluarga korban melaporkan pada Senin, (9/11) sekitar pukul 05:54 WIT bahwa Firmansyah Tomia (19), Wahid Tomia (18), serta Rizal (19) mengalami musibah ketika perahu ketinting bermesin yang digunakan mereka terbalik dan tenggelam.

Tiga remaja itu melakukan perjalanan laut dari Dusun Pilar Luhutabang di Pulau Manila menuju Pulau Kelang sejak Minggu, (8/11) dan mengalami kecelakaan laut sekitar pukul 22:00 WIT.

Menurut Djunaidi, perahu yang mereka gunakan ini tenggelam di sekitar Perairan Pulau Kelang pada koordinat 3°16’36.58″S – 127°41’13.41″E dan jaraknya sekitar 37,71 NM dengan posisi heading 90,61° arah timur dari Pos SAR Namlea.

“Ketika terjadi musibah tersebut, satu orang yang dilaporkan bernama Rizal berhasil menyelamatkan diri, namun dua orang lainnya belum diketahui nasibnya,” katanya. (red)