Pada prinsipnya, baik Menko Mahfud maupun Mendagri mengapresiasi dan mendukung kegiatan Gerbangdutas ini.
“Bapak Menko Mahfud dan Mendagri Tito sangat ‘appreciate’ terhadap rencana Gerbangdutas ini, dan meminta BNPP untuk mempersiapkan segala teknis dan menjadwalkan persiapan dan rangkaian program-program yang akan diluncurkan untuk mengintervensi pembangunan dan memberantas kemiskinan,” terang Zudan.
Zudan menjelaskan, pada tahun 2022, jumlah penduduk di MBD tercatat sebanyak 82.187 orang. Isu strategis di Kabupaten MBD meliputi aksesibilitas dan kesulitan geografis wilayah; konektivitas antarwilayah yang belum optimal dan belum maksimalnya pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, belum maksimalnya pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan dan belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami juga akan mendorong inovasi dan kreativitas birokrasi di MBD,” tambah Zudan.
Zudan juga menerangkan, di MBD terdapat 12 Lokpri berbasis kecamatan dan 6 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT). 12 Lokpri tersebut yakni Kecamatan Moa Lakor, Kecamatan Mindona Hiera, Kecamatan Pulau-Pulau Babar, Kecamatan Wetar, Kecamatan PP Terselatan, Kecamatan Pulau Leti dan Kecamatan Pulau Masela, Kecamatan Pulau Lakor, Kecamatan Wetar Utara, Kecamatan Wetar Barat, Kecamatan Wetar Timur, Kecamatan Kisar Utara.









