Tragedi Gunung Dukono, Saat Peringatan Diabaikan demi Konten

oleh -0 Dilihat
Tragedi yang menewaskan tiga pendaki di Gunung Dukono pada 8 Mei 2026 menyisakan pertanyaan besar: apakah sistem peringatan keselamatan sudah gagal, atau justru diabaikan oleh manusia itu sendiri?

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Pada Agustus 2024, belasan pendaki ilegal juga sempat naik hingga ke bibir kawah Dukono dan membuat video viral. Saat itu mereka selamat, namun kejadian tersebut diduga membentuk persepsi keliru bahwa risiko bisa diabaikan.

Dua Hal yang Harus Dibenahi

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa sistem saja tidak cukup jika tidak diikuti kesadaran individu. Namun demikian, ada dua langkah konkret yang dinilai perlu segera dilakukan.

Pertama, penguatan sistem notifikasi aktif yang terintegrasi dengan data pendaki dan status real-time PVMBG, sehingga informasi tidak hanya berhenti di website atau pengumuman pasif.

Kedua, penerapan sanksi tegas yang memberikan efek jera, bukan sekadar daftar hitam pendakian.

Pada akhirnya, tragedi Gunung Dukono bukan hanya soal kegagalan sistem, tetapi juga kegagalan dalam mengambil keputusan.

Baca Juga  GPRM Desak Polres SBB Tangkap Bos Tambang Sinabar Ilegal di Luhu–Iha

“Gunung sudah ditutup, artinya tutup. Bukan tutup kecuali untuk yang nekat,” demikian penegasan dalam laporan tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi terbaik sekalipun tidak akan berarti jika diabaikan—dan dalam banyak kasus, satu keputusan bisa menentukan hidup atau mati.

sumber: metrotvnews

No More Posts Available.

No more pages to load.