Trump Disebut Abaikan Peringatan Intelijen dan Militer Sebelum Serang Iran, Risiko Krisis Energi Mengintai

oleh -6 Dilihat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tetap memilih jalan perang dengan Iran meski sebelumnya telah menerima peringatan dari pejabat intelijen, wakil presiden, dan sejumlah petinggi militer mengenai risiko besar yang dapat muncul dari serangan tersebut.

Ada harga minyak, keamanan jalur perdagangan, stabilitas negara-negara sekutu, keselamatan pasukan AS, serta kemungkinan munculnya konfigurasi politik baru di Teheran.

Karena itu, laporan WSJ tersebut menggambarkan adanya perdebatan serius di lingkaran pemerintahan Trump sebelum keputusan perang diambil.

Trump akhirnya memilih opsi militer.

Namun, ketika harga energi melonjak dan konflik mulai menemui jalan buntu, tekanan untuk kembali ke meja perundingan justru semakin kuat.

Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan yang disampaikan sebelum perang bukan sekadar persoalan teori.

Risiko yang dikhawatirkan—mulai dari energi hingga ketidakpastian politik Iran—menjadi bagian dari konsekuensi yang harus dihadapi Washington setelah memilih jalan konfrontasi.

(red/beritasatu)

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.