Trump Disebut Abaikan Peringatan Intelijen dan Militer Sebelum Serang Iran, Risiko Krisis Energi Mengintai

oleh -62 Dilihat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tetap memilih jalan perang dengan Iran meski sebelumnya telah menerima peringatan dari pejabat intelijen, wakil presiden, dan sejumlah petinggi militer mengenai risiko besar yang dapat muncul dari serangan tersebut.

Gabbard juga disebut memperingatkan konsekuensi terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Jika konflik berkembang hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz, dampaknya berpotensi menjalar jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

Vance Disebut Dorong Trump Pilih Jalur Diplomasi

Peringatan terhadap rencana serangan tidak hanya datang dari kalangan intelijen.

Wakil Presiden AS JD Vance disebut mendorong Trump untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih hati-hati dengan mengutamakan negosiasi dibandingkan operasi militer.

Menurut Vance, kesepakatan diplomatik akan jauh lebih murah dan lebih mudah dikendalikan dibandingkan perang yang konsekuensinya sulit diprediksi.

Namun, pendekatan tersebut akhirnya tidak menjadi pilihan utama.

Trump disebut tetap memberikan lampu hijau terhadap operasi militer bersama Israel.

Dari sisi militer, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan memberikan pengarahan mengenai sejumlah opsi serangan yang dianggap penting dan menentukan.

Baca Juga  Cabai Rawit di Ambon Tembus Rp160 Ribu per Kilogram, Pemprov Maluku Intervensi Lewat GPM

Namun, di balik persiapan operasi tersebut terdapat pula kekhawatiran mengenai kesiapan militer AS.

Sejumlah pejabat disebut memperingatkan keterbatasan persediaan amunisi serta risiko yang dapat muncul jika terlalu banyak pasukan AS terseret ke dalam konflik.

No More Posts Available.

No more pages to load.