Ia menilai perbandingan semacam itu tidak tepat dan justru berpotensi menimbulkan provokasi di kalangan masyarakat.
“Setiap pemimpin ada masanya. Publik juga perlu tahu, kegagalan BUMD Bipolo Gidin dalam mengelola ferry rute Ambon–Namrole terjadi jauh sebelum masa pemerintahan La Hamidi. Bahkan perusahaan daerah itu kolaps karena dugaan praktik rent seeking,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Maraden menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah adalah hal wajar. Namun, kritik harus dibangun dengan data valid dan argumentasi akademis.
“Pemuda harus belajar bersikap skeptis dan analitis, jangan seperti tong kosong yang nyaring bunyinya,” pungkasnya. (Piere Pattipawaey)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com




