Unkhair dan Harita Nickel Tanam Lebih Dari 3.000 Bibit Mangrove

oleh -0 Dilihat

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, mengatakan bahwa rehabilitasi mangrove bukan hanya menjadi isu nasional, tetapi juga isu internasional. Ia pun bersyukur dapat turut serta dalam mewujudkan langkah konservasi ini.

Lebih lanjut Stevi menekankan bahwa konservasi flora dan fauna selalu menjadi prioritas utama Harita Nickel.

“Kami berterima kasih kepada Universitas Khairun Ternate yang telah melakukan kegiatan ini dengan melibatkan banyak pihak dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dan perusahaan, terlebih lagi masyarakat Soligi. Kegiatan seperti ini sesuai dengan komitmen kami dalam pemeliharaan lingkungan,” pungkas Stevi.

Rehabilitasi mangrove sangat penting bagi kelestarian alam yang berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, mangrove dapat mencegah pengikisan permukaan tanah oleh aliran air (erosi) dan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut (abrasi).

Mangrove juga berfungsi sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi berbagai jenis hewan. Sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah daerah, beserta masyarakat membuat proses rehabilitasi mangrove menjadi optimal.

Baca Juga  PMKRI Ambon Desak Pangdam Pattimura Hentikan Permanen Proyek di Sungai Waitomu

Tentang Harita Nickel
Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Harita Nickel memiliki IUP dan juga pabrik peleburan (smelter) yang terintegrasi di Obi. Komitmen Harita Nickel dalam hilirisasi sumber daya alam ditunjukkan dengan beroperasinya smelter Megah Surya Pertiwi (MSP) sejak 2016 dengan memanfaatkan potensi nikel yang dikelola oleh Trimegah Bangun Persada (TBP) dan Gane Permai Sentosa (GPS) yang semuanya terletak di Pulau Obi. Saat ini, melalui Halmahera Persada Lygend (HPAL), Harita Nickel mengembangkan industri pengolahan dan pemurnian (refinery) ini. (sarjan)