Dalam waktu dekat, ia juga berencana mengirimkan mahasiswa untuk melakukan KKN tematik di Desa Soligi, khusus untuk membina program kelautan dan perikanan.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Iswan Hasjim, mengapresiasi program rehabilitasi mangrove ini. Menurutnya mangrove begitu penting untuk diperhatikan dan dipertahankan keberadaannya.
“Mangrove adalah hutan pertahanan bagi kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Ia pun berterima kasih kepada Unkhair dan Harita Nickel yang telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera selatan untuk bersama-sama mewujudkan program strategis ini.
Kegiatan peduli lingkungan ini tidak berakhir sampai di penanaman. Setelah seluruh bibit mangrove tertancap, tujuh kelompok konservasi akan terus melakukan pemantauan.
Kelompok yang beranggotakan remaja Desa Soligi ini dibina oleh Pemerintah Desa dan mahasiswa Unkhair. Para remaja sengaja dirangkul agar memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Mereka bertugas untuk memastikan bahwa seluruh mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi Desa Soligi di masa yang akan datang.
Harita Nickel melalui Megah Surya Pertiwi, Halmahera Persada Lygend, Harita Jaya Feronikel, serta Trimegah Bangun Persada selalu berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain penanaman 3.800 bibit mangrove di Hari Nelayan Nasional ini, Harita Nickel juga akan mendukung penanaman 6.000 bibit mangrove yang akan diselenggarakan pada 26 Juli mendatang, tepatnya pada Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove.




