Porostimur.com, Ternate – Puluhan pekerja asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telantar di Maluku Utara.
Mereka mengaku telantar karena tidak mendapatkan upah kerja.
Tono Wirdiatna (39) pekerja asal Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo, Brebes mengaku total ada 32 pekerja yang telantar di Desa Tanjung Uli, Kepulauan Halmahera Tengah, Kecamatan Lelilef, Kabupaten Weda, Maluku Utara.
Sebanyak 25 orang asal Brebes dan pekerja lainnya asal Palembang, Sumatra Selatan.
“Kami ada 32 orang tapi yang tujuh dari Palembang. Mereka ikut berangkat ke Halmahera karena diajak,” ungkap Tono mengutip detikcom, Sabtu (9/7/2022).
Para pekerja ini berangkat ke Halmahera atas ajakan seorang pekerja asal Batang. Berangkat ke Ternate pada bulan April 2022.
“Sejak April, kami lebaran di sini. Kerja atas ajakan Panjul dari Batang,” sambungnya.
Tono melanjutkan, di Desa Tanjung Uli, mereka dipekerjakan sebagai tukang di kantor perusahaan nikel. Upah yang dijanjikan, kata Tono, sebesar Rp 170 ribu per hari dan dibayar setiap dua minggu.
Namun sejak bekerja di perantauan, hanya menerima bayaran dua kali, yaitu dua minggu pertama dan kedua. Setelah itu, para pekerja ini sudah tidak lagi menerima bayaran sama sekali sampai hari ini.




