Porostimur.com, Tel Aviv — Sebuah video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kecaman luas dari komunitas internasional setelah memperlihatkan perlakuan terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Dalam video tersebut, para aktivis terlihat dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang dan dahi menyentuh lantai, sambil mendapat perlakuan yang dinilai merendahkan martabat manusia. Sedikitnya sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan dalam insiden tersebut.
Kecaman Keras dari Negara Eropa
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya tidak dapat diterima.
“Tidak dapat ditoleransi bahwa para pengunjuk rasa ini diperlakukan seperti ini, yang melanggar martabat manusia,” tegasnya.
Pemerintah Italia bahkan memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi resmi. Langkah serupa juga dilakukan oleh Prancis, di mana Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot menyebut tindakan tersebut sebagai tidak dapat diterima dan menuntut pembebasan warganya.
Kecaman juga datang dari Spanyol. Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares menyebut perlakuan tersebut “mengerikan dan tidak manusiawi”. Sementara Perdana Menteri Pedro Sanchez bahkan mendorong agar larangan masuk terhadap Ben-Gvir diperluas ke seluruh Uni Eropa.









