Wanu: Bangkitkan Desa, Bangun Maluku!

oleh -318 views
Fazwan Wasahua

Kita perlu membaca kembali peta desa: bukan hanya sebagai ruang, tapi sebagai jaringan. Jaringan keluarga, jaringan produksi, jaringan adat. Setiap desa adalah simpul dari sebuah bangsa. Maka membangun desa berarti memperkuat simpul itu—agar bangsa tak putus di tengah jalan. Ekonomi yang besar tanpa desa yang kuat hanyalah gedung kosong di atas tanah gersang.

Sejarah bangsa ini lahir dari desa. Dari dusun-dusun yang menyembunyikan pejuang, dari ladang-ladang yang menyuplai makanan gerilya, dari laut yang menyimpan kapal kayu. Tapi setelah merdeka, desa ditinggal. Maka hari ini, membangun desa bukanlah nostalgia, tapi koreksi sejarah. Ini bukan kembali ke masa lalu, tapi mengambil kekuatan yang pernah menyelamatkan bangsa.

Baca Juga  Valverde Hattrick, Real Madrid Hancurkan Manchester City di Santiago Bernabeu

Maluku bukan hanya pulau-pulau. Ia adalah percakapan panjang antara manusia dan alam. Maka ekonomi Maluku harus belajar dari itu: dari arus laut, dari tiupan angin, dari keheningan hutan. Tak semua hal bisa diburu. Beberapa hal harus ditunggu. Ekonomi desa adalah seni menunggu yang produktif. Dan dalam penantian itu, hidup menjadi bermakna.

Di dalam rumah-rumah tua desa, ada rahasia besar: bahwa hidup tak harus megah untuk menjadi agung. Ekonomi desa mengajarkan: cukup adalah kekayaan. Bahwa bekerja bersama lebih bernilai daripada sekadar kaya sendirian. Di zaman ini, itu terdengar seperti puisi. Tapi mungkin puisi itulah yang bisa menyelamatkan kita dari runtuhnya makna.

No More Posts Available.

No more pages to load.