Desa adalah masa depan yang terlupakan. Tapi tak terlambat. Kita bisa mulai lagi. Bukan dari nol, tapi dari nilai yang pernah hidup. Dari sistem yang pernah bekerja tanpa insentif. Dari ekonomi yang tak hanya menghitung, tapi juga mendoakan. Sebuah ekonomi yang melihat langit dan tanah dengan rasa syukur. Sebuah ekonomi yang bernama: Wanu. Yang berarti: hidup basudara. (*)
Wanu: Bangkitkan Desa, Bangun Maluku!








