“Anggota Polisi dan warga itu lalu dilarikan puskesmas setempat guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
“Jadi saat bentrokan terjadi warga saling serang gunakan batu dan busur panah. Akibat bentrokan ini, menyebabkan seorang anggota polisi dan satu warga terkena panah,” ujarnya.
Anggota polisi yang menjadi korban bernama Aipda Helmi Masbaitubun, busur panah mengenai betisnya saat melerai bentrok tersebut. Sedangkan warga bernama Yohanis Nditnyo juga terkena panah di betis.
“Anggota Polisi dan warga itu lalu dilarikan puskesmas setempat guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Olof menambahkan bentrok tersebut tidak berlangsung lama karena personil Polres Kepulauan Tanimbar bergerak cepat bubarkan massa. Kedua warga desa pun sudah sepakat berdamai.
“Situasi di desa yang warganya terlibat bentrok sudah kembali kondusif. Mereka juga sudah sepakat berdamai,” pungkasnya.
sumber: detikcom











