Warga Palestina Sambut Gembira Penolakan Australia atas Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

oleh -2 Dilihat
Seorang wanita Palestina berbicara dengan seorang petugas Polisi Perbatasan Israel di sebuah demonstrasi oleh orang-orang Israel liberal menentang bentrokan semalam antara penduduk Palestina dan pemukim Israel di lingkungan Sheikh Jarrah yang diperangi di Yerusalem timur, Jumat, 14 Oktober 2022.

Seorang pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina, Hussein Al-Sheikh, mengatakan dalam sosial media Twitter bahwa pihaknya sangat menghargai keputusan Australia tentang Yerusalem dan seruannya untuk solusi dua negara di bawah legitimasi internasional. Ia juga mengapresiasi pernyataan bahwa masa depan kedaulatan atas Yerusalem tergantung pada solusi permanen berdasarkan pada legitimasi internasional, yang merupakan solusi dua negara.

Sedangkan Pemerintah Israel geram dan kecewa dengan pembalikan Australia. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan segera memanggil duta besar Australia untuk mengajukan protesnya.

Seorang penasihat menteri luar negeri Palestina, Ahmed Al-Deek, mengatakan bahwa pemerintah Australia sebelumnya telah melakukan kesalahan bersejarah. “Kami terlibat dalam pertempuran diplomatik-politik di tingkat internasional atas Yerusalem, karena Yerusalem merupakan kunci perdamaian di kawasan itu, dan tidak ada negara Palestina tanpa Yerusalem,” katanya

Baca Juga  Wagub Vanath Serahkan RAPBD Perubahan 2026 ke DPRD Maluku

“Israel berusaha membujuk negara-negara untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel yang bersatu. Kami berharap langkah Australia akan mengakhiri upaya Israel dalam konteks itu,” tambahnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.