Seorang pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina, Hussein Al-Sheikh, mengatakan dalam sosial media Twitter bahwa pihaknya sangat menghargai keputusan Australia tentang Yerusalem dan seruannya untuk solusi dua negara di bawah legitimasi internasional. Ia juga mengapresiasi pernyataan bahwa masa depan kedaulatan atas Yerusalem tergantung pada solusi permanen berdasarkan pada legitimasi internasional, yang merupakan solusi dua negara.
Sedangkan Pemerintah Israel geram dan kecewa dengan pembalikan Australia. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan segera memanggil duta besar Australia untuk mengajukan protesnya.
Seorang penasihat menteri luar negeri Palestina, Ahmed Al-Deek, mengatakan bahwa pemerintah Australia sebelumnya telah melakukan kesalahan bersejarah. “Kami terlibat dalam pertempuran diplomatik-politik di tingkat internasional atas Yerusalem, karena Yerusalem merupakan kunci perdamaian di kawasan itu, dan tidak ada negara Palestina tanpa Yerusalem,” katanya
“Israel berusaha membujuk negara-negara untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel yang bersatu. Kami berharap langkah Australia akan mengakhiri upaya Israel dalam konteks itu,” tambahnya.









