Israel mengaku bertanggung jawab setelah serangan itu terjadi di jantung benteng Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.
Israel mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap serangan roket yang menghantam lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Zionis dan menewaskan 12 remaja dan anak pada akhir pekan lalu.
Para pejabat AS mengatakan Hizbullah tidak diragukan lagi menembakkan roket itu, tetapi mereka yakin roket itu secara keliru menargetkan lapangan sepak bola.
Hizbullah terus membantah telah meluncurkan roket tersebut.
Pasukan Amerika di wilayah Timur Tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan di Irak dan Suriah setelah serangan Israel tersebut.
“Ini adalah [modus operandi] mereka, jadi kami mengantisipasi Iran atau kelompok yang didukungnya akan mengeluarkan perintah untuk menargetkan pasukan kami. Itulah yang telah mereka lakukan di masa lalu dan apa yang kami harapkan sekarang,” kata salah satu pejabat Amerika.
Dalam pembunuhan kedua, Hamas dengan cepat mengonfirmasi bahwa Ismail Haniyeh dibunuh saat berada di dalam sebuah kompleks di Iran pada Selasa malam atau Rabu dini hari waktu Teheran.
Pemimpin politik Hamas yang tinggal di Qatar tersebut berada di sana untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran.










