Wisuda Kampus Top di Filipina Diwarnai Penembakan, 3 Tewas Termasuk Mantan Wali Kota

oleh -50 views

Dua orang lainnya yang tewas adalah seorang petugas keamanan kampus dan seorang pria tak dikenal, kata polisi. Ateneo membatalkan upacara kelulusan setelah terjadinya aksi penembakan.

Di negara Asia Tenggara, insiden penembakan terjadi secara sporadis, dengan pemilik harus memiliki izin untuk membawa senjata di tempat umum. Petugas keamanan swasta di Filipina membawa baik pistol atau senapan, dan senjata api adalah pemandangan umum di pusat perbelanjaan, kantor, bank, restoran dan bahkan sekolah.

“Kami berkomitmen kepada lembaga penegak hukum kami untuk menyelidiki pembunuhan ini secara menyeluruh dan cepat dan membawa semua yang terlibat ke pengadilan,” kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga  Oligarki vs Demokrasi: Refleksi Hari Kesaktian Pancasila