7. Jangan berusaha untuk terus memahaminya

Memiliki seorang suami yang egois rentan memunculkan sifat empati dan pemberi di dalam dirimu. Namun, ketika kamu hanya berusaha memahami dan membiarkan sikapnya, malah akan merugikanmu dan memupuk rasa benci di dalam hati.
Jadi, jangan biarkan dirimu untuk berubah menjadi lebih memahaminya hanya karena dia nggak mau belajar untuk mengatasi sifat egoisnya itu. Ingatlah bahwa dia juga perlu belajar untuk memahami orang lain, terlebih istrinya sendiri.
8. Carilah akar penyebab dari sifat egoisnya

Sifat egois yang dimiliki suami nggak datang begitu saja. Besar kemungkinan ada akar penyebab, seperti trauma atau pengalaman buruk di masa lalu yang membuatnya menjadi egois di dalam hubungan. Misalnya, karena di masa kecil ia kerap diabaikan oleh orang tuanya, atau dirundung semasa sekolah dulu.
Menemukan akar penyebab yang membuatnya egois akan membantumu untuk nggak mudah sakit hati atas sikapnya yang kerap mendahulukan diri sendiri.
9. Bersabarlah

Cara menghadapi suami egois yang satu ini mungkin sangat sulit untuk kamu lakukan. Bagaimana tidak? Berlatih untuk terus bersabar saat menghadapi perilakunya pasti akan membuatmu letih. Apabila kamu terlalu kewalahan atas sikapnya, sadari bahwa kamu berhak untuk memberi jarak, seperti tidak terlibat percakapan dengannya sementara waktu, demi kesejahteraan diri dan kesehatan mentalmu.









