16 Pendeta GPM se-Klasis Pulau Obi Ikut Program Penguatan Kapasitas di Jawa Tengah

oleh -195 views

Menurut Lakoruhut, setelah pelaksanaan retreat, dan sebelum ke Yogyakarta untuk mengadakan Pelatihan Advokasi, para pendeta tersebut terlebih dahulu akan mengunjungi kampus UKSW di tanggal 20 September 2024. Di Kampus yang bertajuk Kampus Indonesia Mini itu, para pendeta akan belajar dua materi yang menarik dari para akademisinya yaitu Metodologi Praktis Penelitian dan Analisa  Sosial yang disajikan oleh Pdt. Dr. Tony Tampake dan Eco Teology yang disajikan oleh Pdt. Prof. Yusak B. Setyawan, MATS, Ph.D.  

Lakoruhut menjelaskan, beberapa materi yang diperoleh para pendeta dari berbagai perspektif baik di Klaten maupun Salatiga, akan menguatkan para pendeta dalam rangka membangun perspektifnya mengenai siapa dirinya, lingkungan pelayanannya tetapi juga bagaimana peran sosial yang harus dilakukan di tengah masyarakat. Secara khusus merespon masalah-masalah advokasi di Pulau Obi.

Baca Juga  Anggaran "Bodyguard" Fantastis dan Bayang-bayang Kontroversi Gubernur Maluku Utara

“Itulah sebabnya, pada kegiatan yang ketiga, para pendeta akan mengikuti pelatihan advokasi pada tanggal  21 hingga 23 September 2024 di Yogyakarta. Fasilitator dan narasumber yang akan menyampaikan materi serta pelatihan advokasi, adalah Ketua Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional Melkior Nahar bersama Timnya serta Sekretaris Nasional (Seknas) Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK), Trisna Harahap,” papar Pdt. Lakoruhut.