Konflik semakin memanas akibat kelompok ekstremis Yahudi. Mereka mengumumkan akan mengadakan pengorbanan hewan di kompleks tersebut.
Ratusan pengunjuk rasa Palestina lantas berkumpul untuk mempertahankan tempat ibadah mereka. Polisi Israel mengeklaim, puluhan pria bertopeng berbaris menuju masjid. Mereka disebut menyalakan kembang api sebelum melemparkan batu ke arah Tembok Barat.
Sementara itu, saksi mata mengatakan, pasukan Israel menembakkan peluru berlapis karet dan granat kejut terhadap pengunjuk rasa.
Warga Palestina juga mengedarkan rekaman dari lokasi. Unggahan itu menunjukkan para petugas menyerang pengunjuk rasa, termasuk wanita dan jurnalis yang melarikan diri, tanpa alasan yang jelas.
Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, lantas menyebut kerusuhan itu tidak dapat diterima. Menurutnya, dua hari raya keagamaan yang bertepatan tidak seharusnya meletuskan perselisihan.
“Konvergensi Ramadan dan Paskah adalah simbol dari kesamaan yang kita miliki. Kita tidak boleh membiarkan siapa pun mengubah hari-hari suci ini menjadi platform untuk kebencian, hasutan, dan kekerasan,” tutur Lapid.
(red/kumparan)




