Oleh: Dr. Hayati Hehamahua, S.E., M.E, Dosen Universitas Iqra Buru, Alumni Universitas Darussalam Ambon
Ada sebuah pepatah yang mengatakan, sebuah kampus tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga melahirkan tanggung jawab. Ijazah mungkin menandai berakhirnya masa studi, tetapi pengabdian kepada almamater dan daerah sesungguhnya baru dimulai ketika seseorang meninggalkan bangku kuliah. Di titik itulah arti menjadi seorang alumni menemukan maknanya.
Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Darussalam Ambon (IKA Unidar) yang diselenggarakan di kampus induk Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, karena itu tidak layak dipandang sekadar sebagai agenda lima tahunan organisasi. Mubes bukan hanya ruang memilih seorang ketua, melainkan ruang menentukan arah masa depan organisasi alumni yang menghimpun ribuan lulusan Universitas Darussalam Ambon yang kini mengabdi di berbagai penjuru Maluku dan Indonesia.
Di balik dinamika pemilihan ketua, sesungguhnya tersimpan harapan yang jauh lebih besar. Harapan agar IKA Unidar tidak sekadar hidup sebagai organisasi administratif yang hanya aktif ketika ada reuni, wisuda, atau pergantian kepengurusan, tetapi tumbuh menjadi rumah besar alumni yang produktif, berdaya guna, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kemajuan almamater.









