45 Hari Bekerja, ini Temuan, Rekomendasi dan Saran Pansus Covid-19 DPRD Kepulauan Sula

oleh -63 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Dugaan penyalah gunaan dana Covid-19 oleh Pemerintah sebelumnya, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri penggunaan dana milyaran tesebut.

Selama 45 hari bekerja, Pansus Covid-19 yang diketuai oleh Ramli Sade, pada, Senin (23/8/2021) siang tadi menggelar paripurna di ruang sidang DPRD yang dihadiri oleh Bupati Kepsul, Hj.Fifian Adeningsi Mus, pimpinan dan seluruh Anggota DPRD serta pimpinan SKPD.

Dalam sidang tersebut, Ramli Sade membacakan Rekomendasi Tim pansus sebagai berikut:

1.Untuk belanja alat pelindung diri (APD) pada Dinas Kesehatan yang sudah di distribusikan pada 13 puskesmas dengan nilai Rp. 2.696.168.400 ( dua miliar enam ratus sembilan puluh enam ribu empat ratus) namun pansus temukan ada sebagian berita acara penyerahan yang tidak di tanda tangani oleh pihak pihak yang terlibat dalam penyerahan APD tersebut.sementara realisasi anggaran sudah 100%.

2. Untuk belanja APD khusus untuk Dinas kesehatan senilai Rp 700.209.200. (tujuh ratus juta dua ratus sembilan rupiah) di lapangan pansus temukan kondisi tidak sesuai fakta

Baca Juga  5 Model Sepatu untuk Kaki Lebar, Nyaman dan Stylish

3. Belanja masker di dinas kesehatan senilai Rp. 375.000.000 (tiga ratus tujuh puluh lima rupiah)ralisasi 100% pansus rekomendasikan tinjau kembali

4. Perlengkapan ruang isolasi rawat inap pasien seperti.
a. Sprenbed 94 buah
b. Dispenser 52 buah
c. Kipas angin 92 buah
d. Mesin cuci 2 buah
e. Parabola k vision 2 buah dengan biaya pemasangan
f. Resiver parabola 8 buah dan
g. TV LED 22 inci 30 buah, pansus meminta kepada bupati agar menyampaikan kepada oknum yang mengambil barang tersebut segera di kembalikan

5. Untuk dana bantuan operasional kesehatan (BOK ) pansus meminta agar jangan lagi di refokusing,bila terpaksa harus melibatkan seluruh kepala puskesmas.dan bila di refokusing tidak lebih dari 5%

6. Untuk penyediaan pemulasaraan jenasah dan pengurusan jenasah di rumah sakit umum dengan nilai anggaran sebesar Rp.55.000.000 ( lima pulun lima juta rupiah) 96% namun pansus melakukan penelusuran tidak sesuai fakta lapangan.

Baca Juga  Misteri Rumah Jabatan Sementara Gubernur Maluku dan Dana Rp 5,1 M

7. Untuk anggaran pengadaan alat Covid 19 di RSUD dengan nilai anggaran sebesar Rp.4.203.274.883 ( empat miliar dua ratus tiga juta dua ratus tujuh puluh empat ribu delapan ratus delapan puluh tiga rupiah ) dengan realisasi 100%

8. Untuk penyediaan obat obatan di RSUD dengan nilai Rp.600.000.000. ( enam ratus juta rupiah) dan saat itu terjadi kelangkaan obat.

9. Untuk penyediaan kelengkapan fasilitas ruang isolasi pada RSUD Sanana,senilai Rp.86.250..000 ( delapan puluh enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang realisasinya 96,42% sementara tinjauan Tim pansus di ruang isolasi fasilitas tidak sesuai dengan anggaran yang di belanjakan

10. Untuk pembangunan ruang laboratorium Covid 19 di RSUD Sanana, senilai Rp.1.111.134.669 ( satu miliar seratus sebelas juta seratus tiga puluh empat ribu enam ratus enam puluh sembilan rupiah? Yang realisasinya 100% namun tinjauan pansus di lapangan di temukan semua plafon berserakan ke lantai.

Baca Juga  Sajak Lebaran & Tiga Puisi Lain Ishak R. Boufakar

11. Pansus meminta ke aparat penegak hukum untuk memanggil Andika Pratama karya .s.farm untuk di mintai keterangan sebab yang bersangkutan saat ini tida lagi sebagai pegawai di Pemda Kepsul, sementara saat itu yang bersangkutan sebagai pejabat pembuat komitmen pada dinas kesehatan kabupaten kepulauan Sula.

12. Untuk pembelanjaan kebutuhan masyarakat oleh pemerintah daerah untuk di bagikan kepada masyarakat terdampak Covid 19,pansus menyarankan agar jangan hanya terpusat pada satu tokoh.

13. Untuk kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat,pansus merekomendasikan agar dinlakukan oleh satu badan dinas sehingga program tidak tumpang tindih.

14. Meminta kepada pemerintah Daerah agar kedepannya dapat memperbaiki tata kelola anggaran Covid 19 dengan baik,sehingga upaya pencegahan Covid dan pemulihan ekonomi dapat terwujud.

(ifo)

No More Posts Available.

No more pages to load.