Oleh: Prof. Dr. Pamella Mercy Papilaya, M.Pd, Guru Besar FKIP Unpatti Ambon
Mendukung Ambon sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCO bersama 65 kota dunia lain, maka secara aktual telah diterapkan kurikulum muatan lokal wajib Pendidikan musik pada satuan pendidikan dasar kota Ambon. Untuk mendampingi kurikulum muatan lokal wajib pendidikan musik, telah dikembangkan juga kurikulum muatan lokal pendamping dengan prinsip diversifikasi menampilkan sebuah inovasi baru dalam bidang pendidikan sains yaitu Sound of Green (SoG) yang melibatkan lingkungan hidup sebagai sumber belajar.
Pendekatan Sound of Green merupakan salah satu pendekatan tindakan konservasi peserta didik, penerapan pola agroforesty dan pengembangan kuliner lokal. Sebuah pendekatan yang mengarah kepada pelestarian lingkungan.
Selain itu pendekatan ini mengangkat nilai ekonomis penggunaan tumbuhan lokal Maluku, pemanfaatan limbah tumbuhan, pembelajaran melalui sekolah alam dan musik, perhitungan nilai karbon dari hutan tumbuhan lokal, pembentukan kelompok tani, pembentukan komunitas kreatif kuliner melalui satuan-satuan Pendidikan dan membangun Negeri wisata musik kota Ambon (Loppies 2020).
Dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pendekatan Sound of Green ini, terdapat tiga nilai penting yang perlu dikembangkan dalam pada satuan pendidikan dasar yaitu 1) lingkungan sebagai sumber belajar; 2) lingkungan sebagai sumber konservasi; dan 3) lingkungan sebagai sumber pengelolaan ekonomi kreatif




