Mengutip Tafsir Ringkas Kemenag RI, ayat ini menjelaskan bahwa ada Perang Uhud, sebagian pasukan pemanah turun dari bukit ketika melihat harta rampasan perang (ganimah) yang ditinggalkan pasukan musyrik. Mereka khawatir tidak akan memperoleh bagian ganimah sehingga meninggalkan posisi yang telah diperintahkan Rasulullah SAW.
Melalui firman-Nya dalam QS Ali ‘Imran ayat 161, Allah SWT menegaskan bahwa tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang maupun amanah lainnya. Sebaliknya, siapa pun yang berkhianat akan dimintai pertanggungjawaban pada Hari Kiamat dan datang membawa dosa dari apa yang dikhianatkannya.
Pada hari itu, setiap orang akan menerima balasan yang adil sesuai dengan amal perbuatannya tanpa sedikit pun dizalimi. Allah juga membedakan dengan jelas antara orang yang mencari keridaan-Nya dengan mereka yang melakukan pengkhianatan hingga mendatangkan kemurkaan-Nya. Balasan bagi orang yang ingkar adalah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali.
3. Larangan Mengkhianati Amanah
Surat Al-Anfal Ayat 27
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā takhụnullāha war-rasụla wa takhụnū amānātikum wa antum ta’lamụn











