Roberts pun menambahkan, “Aku berharap rasa malu bisa lebih dilihat dengan cara yang berbeda-dan sebenarnya sangat berharga-untuk merasakan dunia. Banyak anak pemalu atau introvert punya ‘kekuatan super’ dalam mengamati sekeliling mereka dan memerhatikan hal-hal yang sering terlewat oleh orang lain.”
4. Komentar yang menganggap introversi akan membuat hidup mereka terhambat
Sudah jadi rahasia umum bahwa masyarakat cenderung mengidolakan ekstrovert-mereka yang populer di sekolah, sering tampil sebagai tokoh utama di film, atau selalu jadi pusat perhatian di pesta. Tapi bukan berarti hanya ekstrovert yang bisa sukses dan bahagia.
Introvert pun menjalani hidup yang sama-sama penuh cinta dan kepuasan, meski budaya populer jarang memperlihatkannya. Karena itu, Wolff menekankan jangan pernah mengatakan hal-hal yang mengisyaratkan introversi akan membuat hidup mereka terbatas.
5. Kalimat yang mempertanyakan mengapa mereka begitu
Kalimat seperti, “Kenapa sih kamu pemalu banget?”, “Kenapa nggak mau ngomong sama mereka?”, atau “Kenapa nggak ikut main aja bareng yang lain?” sering terdengar sepele, tapi sebenarnya sangat berbahaya.
Menurut KaiLi McGrath, pekerja sosial di Thriveworks, Michigan, pertanyaan-pertanyaan semacam ini langsung menciptakan kesan ada yang salah dengan perilaku alami si anak atau seseorang.
Lebih dari itu, McGrath mengatakan,” Kata-kata seperti itu bisa membuat anak merasa malu dan bersalah hanya karena menjadi diri sendiri.”











