Kasius menyebabkan persaingan ketat di pos bek kanan Il Rossoblu yang sudah diisi dua nama sebelumnya. Walaupun pengalamannya minim, Kasius nyatanya mampu bersaing. Ia sudah dipercaya tampil dalam tujuh laga di semua kompetisi.
3. Sydney van Hooijdonk
Bologna memandang pemain muda Belanda sebagai investasi yang menjanjikan. Sebelum merekrut Kasius, Il Rossoblu terlebih dahulu menggaet Sydney van Hooijdonk pada musim panas 2022.
Pemuda berusia 19 tahun itu didatangkan dari NAC Breda. Ia biasa beroperasi di lini depan. Namun, ketajamannya ternyata belum cukup bagi Bologna.
Van Hooijdonk kesulitan tampil reguler. Ia harus bersaing dengan Marko Arnautovic. Hanya tampil tujuh kali, sang pemain sempat dipinjamkan ke Heerenveen pada paruh kedua 2021/2022 lalu.
4. Teun Koopmeiners
Invasi pemain muda Belanda ke kasta tertinggi Liga Italia makin masif. Pada musim panas 2022, Atalanta sukses merekrut gelandang AZ Alkmaar, Teun Koopmeiners.
La Dea merogoh kocek 14 juta euro atau sekitar Rp213 miliar untuk mendapatkan jasanya. Transfer ini berjalan tepat. Koopmeiners mampu menyesuaikan diri dengan sistem permainan Atalanta ala Gian Piero Gasperini.
Tak ayal namanya selalu diandalkan dengan catatan 43 penampilan di semua kompetisi. Koopmeiners juga berhasil mencetak 4 gol dan 4 assist.









