3. Hitung-hitungan dalam hal mengusahakan hubungan

pexels.com/Ketut Subiyanto
Kalau kamu mulai “menghitung” siapa yang lebih sering berusaha, siapa yang chat duluan, atau siapa yang lebih banyak berkorban, ini bisa jadi tanda kamu pernah terlalu sering kecewa dalam hubungan.
Hal ini seolah hubungan jadi terasa seperti transaksi, bukan kerja sama. Kamu bisa merasa kesal atas hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dibicarakan dengan baik.
4. Selalu berpikir negatif

pexels.com/Yan Krukau
Pernah langsung berpikir yang terburuk saat pasangan telat membalas chat atau membatalkan rencana? Kamu mungkin merasa diabaikan atau nggak dianggap penting, padahal belum tentu begitu. Pola ini muncul karena kamu sudah terbiasa kecewa, jadi kamu mengantisipasi hal buruk sejak awal. Sayangnya, ini justru bisa memicu kesalahpahaman dan konflik yang sebenarnya nggak perlu.
5. Sulit menikmati momen bahagia

pexels.com/RDNE Stock project
Saat hubungan berjalan baik, bukannya merasa tenang, kamu justru merasa cemas. Kamu seperti menunggu kapan hal buruk akan terjadi lagi. Akhirnya, kamu sulit menikmati kebahagiaan yang sedang kamu rasakan. Ini karena kamu sudah terbiasa mengaitkan kebahagiaan dengan kekecewaan yang datang setelahnya.
6. Sering menguji pasangan tanpa komunikasi jelas

pexels.com/Timur Weber
Terlalus sering kecewa dalam hubungan ditandai dengan kebiasaan “mengetes” pasangan tanpa bilang secara langsung. Kamu mungkin sengaja nggak chat duluan atau memberi kode agar pasangan peka. Saat dia nggak merespons sesuai harapan, kamu langsung merasa diabaikan. Padahal, hubungan yang sehat butuh komunikasi, bukan tebakan.











