6 Alasan Korban Ghosting Lebih Susah Move On

oleh -266 views

Sehingga, saat seseorang yang mempunyai gaya kemelekatan cemas, kemudian mengalami kejadian ghosting, ia kemungkinan terjebak lebih lama dalam situasi pengabaian yang dialaminya. 

Hal ini cenderung menghambatnya dalam proses melepaskan si pelaku. Tak jarang, muncul pula perasaan menyalahkan diri sendiri atas kejadian tersebut.

5. Masih menyimpan harapan untuk mendapatkan penjelasan

Bagi beberapa korban ghosting, mereka masih menyimpan harapan bahwa si pelaku akan kembali menghubungi, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, ataupun meminta maaf. Hal ini bisa terjadi berhari-hari, bahkan berbulan-bulan lamanya.

Harapan palsu yang terus dipegang oleh korban ghosting tersebut bakal mengakibatkan mereka semakin sulit menyembuhkan diri dan move on dari kejadian tersebut.

6. Kesulitan dalam memahami niat dari orang yang melakukan ghosting

Setelah kejadian ghosting terjadi, para korban umumnya bakal terus mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka mungkin melakukan kilas balik terkait interaksi yang mereka lakukan dengan pelaku, dan mencari ‘bukti’ yang mendukung untuk menjelaskan mengapa hal seperti itu bisa sampai terjadi.

Baca Juga  Pemprov Malut Tiadakan Penerimaan CPNS 2026, Anggaran dan Belanja Pegawai Jadi Alasan

Selain itu, mereka tak jarang kembali berusaha memahami apa niat yang sebenarnya pelaku miliki. Situasi ini pada akhirnya hanya akan menimbulkan rasa frustasi dan kebingungan lebih lanjut.

No More Posts Available.

No more pages to load.