6 Desa Teraneh di Dunia, Sekampung Harus Telanjang di Siang Hari

oleh -223 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Ada beberapa desa teraneh di dunia yang mungkin saja belum kamu ketahui. Desa tersebut bisa dikatakan aneh lantaran kita hanya akan menemui suatu hal unik di daerah tersebut saja.

Selain itu, lingkungan di pedesaan juga lebih asri dan mempunyai udara bersih sehingga jauh dari polusi. Sebab itu, tidak heran bila banyak pedesaan yang selalu menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk refreshing dari penatnya rutinitas sehari-hari. 

Percaya atau tidak, ternyata ada tempat-tempat paling aneh di dunia dan masing-masing mempunyai cerita unik yang menarik untuk dikulik lebih dalam.

Nah, untuk kamu yang semakin penasaran dengan desa teraneh di dunia, simak ulasan berikut ini yang kami rangkum dari berbagai sumber:

1. Cap d’Adge

Cap d’Adge merupakan salah satu desa teraneh di dunia yang berada di Prancis. Uniknya, desa yang terletak di pesisir pantai ini mengharuskan semua warganya untuk telanjang.

Tapi, hal ini hanya berlaku di siang hari saja, ketika malam hari tiba, masyarakat diperbolehkan untuk memakai pakaian lantaran cuaca yang sangat dingin. 

Baca Juga  Pantau UAMBN MTs, Kabid Pendis Kanwil Kemenag Malut Sambangi 5 Madrasah

Cap d’Adge juga mempunyai resor kaum nudis terbesar di dunia yang bisa kamu temukan di sini.

Berada di pesisir laut Mediterania, Cap d’Adge ini adalah sebuah desa yang dikelilingi dengan lautan biru yang sangat cantik, pasir putih yang sangat eksotis dan ombak laut yang sangat menyegarkan mata. 

2. Desa Hogewey, Belanda

Desa tanpa ingatan ini merupakan salah satu desa teraneh di dunia yang berada di Belanda. Desa ini dihuni para lansia yang sudah menderita demensia atau pikun. Sebetulnya desa ini adalah sebuah panti jompo yang dibuat layaknya pemukiman masyarakat. 

Hal ini supaya pasien tersebut merasakan bahwa mereka tengah menjalankan kehidupan normal. Uniknya lagi, para penghuni desa ini tidak mengetahui bahwa tempat yang mereka tinggali adalah sebuah panti jompo yang terpantau selama 24 jam.

3. Noiva do Cordeiro

Rasanya tidak salah bila menyebut desa Noiva do Cordeiro sebagai desa wanita Amazon modern. Hal ini karena desa tersebut hanya dihuni oleh kaum perempuan saja. Diperkirakan lebih dari 600 orang wanita menghuni desa ini dengan usia yang masih muda, cakap, dan cukup mandiri. 

Baca Juga  Tak Ada Biaya, 11 Bulan Mobdin Wabup Kepulaun Sula Terparkir di Bengkel

Mereka juga sudah terbiasa untuk mengerjakan berbagai urusan tanpa bantuan laki-laki. Beberapa perempuan di Noiva do Cordeiro ada yang telah menikah dan memiliki keluarga.

Tapi, suami dan anak lelaki yang telah dewasa dilarang untuk tinggal di sini. Mereka hanya boleh mengunjungi desa tersebut di akhir pekan saja. 

4. Asola dan Fatehpur Beri

Negara India ini mempunyai dua desa yang terkenal dengan sebutan sebagai desa “pria kuat”. Desa Asola dan Fatehpur Beri ini memang dipenuhi dengan pria-pria berotot.

Hampir 90 persen laki-laki yang ada di dua desa tersebut bekerja sebagai bodyguard di klub malam di kota-kota terdekat seperti New Delhi. Sisanya, mereka membentuk tubuh untuk mempersiapkan diri sebagai seorang atlet profesional. 

5. Desa Yangsi

Desa Yangsi ini termasuk ke dalam desa teraneh di dunia lantaran dari 80 warganya, sebanyak 36 jiwa mempunyai tubuh kerdil sehingga desa ini dinamakan juga dengan desa kurcaci.

Menurut para leluhur di desa, awalnya Desa Yangsi ini pernah diserang dengan wabah misterius yang menyebabkan pertumbuhan anak yang berusia 5-7 tahun terganggu. 

Baca Juga  Anies-AHY Bakal Berhadapan dengan Pasangan Ini di Pilpres 2024

Karena itu, mereka hanya bisa tumbuh setinggi 6-90 cm saja. Tapi, ada pula warga desa yang mempercayai bahwa mereka terkena kutukan dari leluhur.

Selain itu, kekerdilan ini banyak yang menyebut karena gas beracun ketika penjajahan Jepang dan adanya kandungan merkuri di dalam tanah. Tapi, para ahli masih meneliti penyebab kekerdilan itu. 

6. Desa Nagoro

Desa ini pada awalnya sangat indah dan padat. Tapi kini kondisinya berubah. Jumlah penduduknya menurun drastis karena sudah meninggal dunia dan migrasi ke kota, sementara angka kelahiran di Nagoro sangat rendah. Sebetulnya bukan hanya di Nagoro, tapi hampir di semua wilayah Jepang memang memiliki angka kelahiran yang rendah. 

Pada akhirnya, Tsukimi Ayano yang dibantu oleh masyarakat lain berinisiatif untuk membuat banyak boneka untuk menggantikan para tetangga yang sudah meninggal dunia maupun sudah migrasi ke kota. Boneka-boneka ini diletakkan di pagar, pohon, halte, taman, toko, dan lain sebagainya. 

(red/viva)

No More Posts Available.

No more pages to load.