Pada akhirnya, Tsukimi Ayano yang dibantu oleh masyarakat lain berinisiatif untuk membuat banyak boneka untuk menggantikan para tetangga yang sudah meninggal dunia maupun sudah migrasi ke kota. Boneka-boneka ini diletakkan di pagar, pohon, halte, taman, toko, dan lain sebagainya.
(red/viva)









