625.000 Anak Sangat Trauma Tinggal di Reruntuhan Gaza

oleh -117 views
Anak-anak yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli untuk mendapatkan perawatan karena serangan Israel terus berlanjut di Kota Gaza, Gaza, pada 20 September 2024. Foto/Dawoud Abo Alkas/Anadolu Agency

Pada tanggal 17 Agustus, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata selama tujuh hari untuk memungkinkan anak-anak di Gaza divaksinasi terhadap polio.

“Saya mengimbau semua pihak untuk segera memberikan jaminan konkret, menjamin jeda kemanusiaan untuk kampanye tersebut,” ungkap Guterres.

Kasus pertama dari penyakit yang menghancurkan tersebut ditemukan di kota Deir Al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah.

“Secara ilmiah diketahui bahwa untuk setiap 200 infeksi virus, hanya satu yang akan menunjukkan gejala polio secara lengkap, sedangkan kasus yang tersisa mungkin menunjukkan gejala ringan seperti pilek atau demam ringan,” papar Menteri Kesehatan Palestina Majed Abu Ramadan.

Artinya, virus tersebut mungkin telah menyebar ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tempat seluruh sistem layanan kesehatan sebagian besar telah hancur akibat pemboman Israel.

Baca Juga  Yamaha Luncurkan Skutik Retro Baru, Harganya Rp 14 Jutaan

Namun, bayi Palestina berusia sepuluh bulan yang pertama kali tertular virus polio, seperti ratusan ribu anak lainnya di daerah kantong tersebut, tidak divaksinasi terhadap penyakit tersebut.

Untuk mencegah bencana yang lebih besar di Gaza yang dilanda perang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bersama dengan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), mengatakan mereka harus memvaksinasi 640.000 anak di seluruh Gaza dengan sangat cepat.

No More Posts Available.

No more pages to load.