- Dia secara eksplisit mengatakan bahwa kamu hanyalah teman mereka, nggak lebih.
- Sering bercanda padamu layaknya seorang teman.
- Nggak pernah melakukan kontak fisik apa pun yang mungkin sugestif.
- Dia nggak pernah menggodamu, atau nggak tertarik menanggapimu.
- Dia berbicara denganmu tentang orang yang disukai.
- Dia mencoba menjodohkanmu dengan orang lain.
Kembali lagi, dinamika seperti ini bergantung pada masing-masing pengalaman setiap orang.
Itulah beberapa cara menghindari friendzone yang bisa kamu lakukan. Tetapi kalau semuanya berakhir penolakan, kamu tetap harus menghargai perasaannya. Bagaimanapun, setidaknya mencoba satu kali daripada tidak sama sekali, bukan?
sumber: popbela









