Wanita Tangguh Asal Palestina ini Jadi Wali Kota di Swedia

oleh -56 views

Porostimur.com, Stockholm – Kesulitan hidup di Jalur Gaza mengajarkan kreativitas, ketangguhan, ketrampilan bahkan karakteristik pada rakyat Palestina setelah lebih dari tujuh dekade. Tamam Abou Hamidan adalah salah satu dari banyak orang yang hidupnya menggambarkan fakta bahwa para pengungsi Palestina memiliki kesabaran yang patut dicontoh dan, dalam banyak kasus, kesuksesan.

Baik trauma pengasingan maupun kerinduan akan kampung halaman tidak mematahkan semangat mereka. Sebaliknya, pengalaman kolektif telah membuat mereka lebih kuat.

“Saya lahir di Jabaliya di Jalur Gaza di Palestina,” ujar dia. “Saya tinggal di sana sepanjang masa kecil saya, dan belajar di sekolah lokal sebelum lulus dengan gelar jurnalisme dari Universitas Al-Aqsa.”

Khawatir tentang dampak blokade yang sedang berlangsung di Gaza dan situasi ekonomi yang memburuk, dia memikirkan masa depan putrinya dan pada 2014 pindah ke Blekinge County di Swedia selatan. Orang tuanya pergi bersamanya.

Sejak awal Abou Hamidan di Swedia, dia menghadapi banyak tantangan seperti perbedaan bahasa dan kebiasaan budaya. Pencariannya untuk pekerjaan merupakan hambatan utama bagi stabilitas dan penyesuaian dirinya dengan masyarakat baru.

“Namun demikian, sepekan setelah tiba di Swedia, saya bekerja di restoran pizza,” tutur dia pada Memo, Senin (4/7/2022).