Tiga Jawaban Cerdas untuk Tiga Pernyataan

oleh -277 views
Muawiyah bin Abu Sufyan suka membanggakan diri sebagai keluarga dekat Rasulullah, namun pernyataan berbangga diri itu dibalas oleh seorang laki-laki dari kalangan Anshar dengan sangat sederhana dan lugas berdasarkan ayat al-Quran. Foto ilustrasi/ist

Dia adalah Muawiyah bin Abu Sufyan merupakan salah seorang sahabat di masa Rasulullah Shallalahu A’laihi wa Sallam. Pada masa Rasulullah itu, Muawiyah sempat diangkat sebagai salah seorang pencatat wahyu setelah bermusyawarah dengan Malaikat Jibril. Dan menyarankan kepada Rasulullah untuk memilihnya sebagai penulis wahyu karena kejujurannya.

Pada masa Khulafaur Rasyidin , Muawiyah diangkat menjadi salah seorang panglima perang di bawah komando utama Abu Ubaidah bin Jarrah. Kaum Muslimin berhasil menaklukkan Palestina, Syria (Suriah), dan Mesir dari tangan Imperium Romawi Timur. Berbagai kemenangan ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Al-Khathab.

Ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh, kaum Muslimin sempat mengangkat putranya, Hasan bin Ali. Namun melihat keadaan yang tidak menentu, setelah tiga bulan, akhirnya Hasan mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Dan Muawiyah pun resmi menjadi khalifah.

Baca Juga  Amien Rais, Api yang Dipantik—Perlukah Kita Membiarkannya Membesar?

Ada cerita menarik tentang Muawiyah ketika membanggakan diri sebagai keluarga dekat Rasulullah, umat Rasulullah, dan kaum Quraisy (kaum terpandang di masa itu). Pernyataan berbangga diri itu dibalas oleh seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang berbeda dengan Muawiyah. Cerita ini dikutip dari buku yang berjudul ‘Ibtasim’ karangan ‘Aidh al-Qorni.

No More Posts Available.

No more pages to load.