Porostimur.com, Ambon – Rambut adalah bagian tubuh manusia, lebih utama perempuan, yang tak pernah luput dari pandangan dan perhatian dari orang-orang yang berinteraksi dengan seseorang. Contoh sederhana yang pernah dijumpai dalam praktik akademi, calon wisudawan perempuan tak berhijab seringnya rambut tidak diperbolehkan untuk digerai. Oleh karenanya, mau tidak mau, tentunya memperhatikan tampilan rambut adalah sebuah keharusan.
Jenis-jenis rambut pun bermacam-macam, bahkan dalam kasusnya dalam satu keluarga saja bisa mempunyai jenis rambut yang berbeda. Secara umum jenis rambut dikelompokkan menjadi tiga yaitu, rambut normal, rambut kering, dan rambut berminyak.
Apakah rambutmu berminyak atau justru merasa kurang nyaman ketika memperhatikan rambut seorang kawan yang lepek dan sulit ditata akibat tipe rambut berminyak yang dimilikinya?
Meski dikenal istilah rambut berminyak, perlu diketahui bahwa rambut tak bisa menghasilkan minyak. Nah, bagaimana bisa seseorang bisa masuk dalam kategori pemilik rambut berminyak?
Laman Halodoc.com menyatakan bahwa kulit kepala manusia memiliki kelenjar minyak yang berfungsi memproduksi minyak alami. Namun, karena beberapa faktor kadang-kadang dapat mempengaruhi kerja kelenjar minyak menjadi terlalu aktif. Akibatnya, produksi minyak berlebih dan berujung pada rambut yang menjadi lepek. Nah, kondisi seperti inilah yang disebut dengan rambut berminyak.









