Mengenal 5 Baju Adat Maluku Utara, Ciri Khas dan Penjelasannya

oleh -2,226 views

Porostimur.com, Ternate – Maluku Utara merupakan salah satu provinsi dengan beragam warisan budaya yang unik. Salah satu kebudayaan yang cukup menonjol dari provinsi ini adalah baju adat daerahnya yang khas dan beragam.

Hal ini dikarenakan adanya aturan pemakaian baju yang harus sesuai dengan status sosial atau tingkat kedudukan pemakainya. Lantas apa saja jenis-jenis pakaian adat Maluku Utara?

Berikut ini 5 Baju Adat Maluku Utara serta keunikannya masing-masing sebagaimana yang dilansir dari laman resmi Pariwisata Indonesia.

1. Manteren Lamo

Manteren Lamo merupakan baju adat yang dulunya digunakan oleh sultan kerajaan Maluku. Pakaian ini sering dipadukan dengan celana panjang kain berwarna hitam dan penutup kepala atau destar (ikat kepala) khusus.

Manteren Lamo terdiri dari pakaian berupa jas tertutup berwarna merah yang memiliki makna keperkasaan dan kekuasaan sang Sultan. Jas ini juga dilengkapi dengan 9 kancing besar yang terbuat dari perak.

Baca Juga  Akademisi: Penundaan Musda Golkar Ambon Wajar, Instruksi Ketum Bersifat Mengikat

Pada bagian ujung tangan, leher, saku, dan di bagian luar, terdapat bordiran yang terlihat seperti payet. Pernak pernik yang menghiasi baju adat ini berwarna keemasan.

2. Kimun Gia

Selain pakaian adat untuk Sultan, istri Sultan atau Permaisuri juga mengenakan pakaian adat yang dinamakan Kimun Gia. Kimun Gia ini berupa kebaya yang terbuat dari bahan kain satin berwarna putih. Sementara itu, bawahannya berupa kain songket yang dililit lalu dilekatkan ikat pinggang berwarna emas.