Teluk Weda
Kalau angin timur bertiup, Teluk Weda lebih teduh dari dadamu.
Perahu-perahu riang mengikat pandara di tepian tanpa gelisah.
Kalau angin timur bertiup, Teluk Weda tak sesepi dadamu.
Dari Tanjung Putus ke Gemaf, mata lampu tumbuh lebih subur dari harapan di dadamu.
Nusliko, 2023
======
Umpan dan Matakail
Ombak yang merindukan rijang adalah aku yang kini dipeluknya
Siang malam aku bersamanya, mengapung dan berenang di dadanya
Aku beri ia umpan dan ia beri aku ikan
Kami saling memberi
Kadang aku hanya beri ia senar dan mata kail dan ia beri aku umpan dan ikan
Bila langit abu-abu bercampur hitam dan aku tak dapat menemuinya
Dalam mimpi kami bertemu
Aku menjelma bayi kecil dan ia menjelma ibu
Dengan lembut membelaiku, sampai aku tertidur
Di peluknya yang biru, di peluknya yang hijau
Supu, 2023
=====
Meninggalkan Weda
Umpan terakhir yang jatuh ke dasar laut
memberi kita banyak lauk
kemudian paginya kita pergi
saat matahari di atas kepala
di perjalanan, cuma ada papa
mama yang rindu
sebelum fajar sudah di kebun
di antara daun-daun berembun
mama duduk tanpa senyum
ketika matahari miring ke barat
kita sudah jauh
sudah sangat jauh
meninggalkan Weda
meninggalkan teluk
meninggalkan peluk
2023
======









