@Porostimur.com | Ambon : Banyaknya ikan yang terdampar mati di pesisir pantai di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya, memicu kegemparan di tengah-tengah warga.
Pasalnya, fenomena dimaksud hanya terjadi di beberapa wilayah seperti di Desa Seri, Desa Urimessing dan Desa Latuhalat yang berada di Kecamatan Nusaniwe, serta di Desa Hukurila, Desa Leahari, Desa Rutong dan Desa Hutumuri di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Fenomena ini masih terjadi hingga Rabu (19/9).
Atas fenomena matinya ikan secara massal dan terdampar di pesisir pantai di wilayah Kota Ambon ini, Ketua Tim Kualitas Perairan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Hanung Agus Mulyadi, yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/9), menegaskan pihaknya masih melakukan observasi atas kualitas air dimaksud.
Selain di lokasi terdamprnya ikan-ikan mati tersebut, akunya, pihaknya juga melakukan observasi di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hingga Desa Hukurilla, Kecamatan Leitisel.
”Pada hari Senin kemarin kami telah melakukan observasi di Desa Waai dan Hukurila. Dari hasil observasi tersebut kita melakukan kajian dari segi observasi kualitas air yang meliputi oleogo nograni. Sedangkan hari Selasa kemarin, tim LIPI melakukan analisa uji di lab. Hasil sementara yang dapat diambil, tidak ada vito plankton yang beracun. Untuk itu, saya menghimbau agar masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati, meskipun analisa toksitas dari lab masih menunggu proses,” ujarnya.




