Fenomena Ikan Mati Terdampar, Masyarakat Kota Ambon Tidak Perlu Resah

oleh -55 views

Meski demikian, masyarakat Kota Ambon tidak perlu resah mengonsumsi ikan air laut selain ikan-ikan yang terdampar tadi.

Hal mana dibenarkan Petugas B2 Laut LIPI Ambon, Harno. Dimana, menurutnya hasil uji lab akan diteliti lebih lanjut dengan mengirim contoh sempel ikan mati ke Jakarta dan hasil pemeriksaanya bisa diketahui dalam waktu dekat.

”Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ambon akan mengundang stekholder, dalam hal ini Balai Karantina, Balai Penangulangan Bencana, untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi ikan. Harapan kami, ada suatu rekomendasi dari LIPI Ambon untuk dibawa kepada Pemerintah Kota Ambon agar Pemkot Ambon bisa menghimbau masyarakat agar tidak perlu kawatir,” jelasnya.

Baca Juga  Pesta Ultah Seskab Teddy Disorot, Dinilai Tak Peka di Tengah Tekanan Ekonomi

Salah satu staf Pengendalian Hama Penyakit Hasil Perikanan, Ridwan, saat berhasil dikonfirmasi wartawan menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi lintas instansi, Kamis (19/9).

”Hasil rapat kami di LIPI, besok kami akan melakukan koordinasai seluruh insan terkait dalam bidang ini. Akan dilakukan paparan dari masing-masing unit kerja, sampai kesimpulan. Lusa kami sudah koordinasi sama Kepala Dinas Perikanan Kota, kami akan menyerahkan hasil laporan itu. Nanti Pak Walikota selaku pimpinan kota di Ambon yang akan menyampaikan secara terbuka ke teman-teman media. Untuk hasilnya masing-masing memang sudah ada. Nanti kami satukan semua yang ada di unit lembaga-lembaga perikanan ini. Secara umum ini bisa dibilang kalu tingkat kematian ikan ini diduga akibat lingkungan misalnya. Dari ciri-ciri fisik ada menarik dari sini. Ini kondisi lingkungan lagi ekstrim di beberapa tempat, termasuk perairannya. Dari sekian hasil yang kami temukan ini, memang apakan itu ada misalnya faktor racun misalnya, faktor gen haram misalnya. Kalau kita ambil kesimpulan dari awal begini saya kira masih akurasinya masih kurang,” tegasnya. (lia)