Maulana Malik Ibrahim, atau Sunan Gresik, adalah Wali Songo pertama yang membawa Islam ke pulau Jawa. Perjalanan dakwahnya dengan pendekatan persuasif membuat banyak orang tertarik masuk Islam.
Dikutip dari buku Sejarah Islam Nusantara oleh Rizem Aizid, beliau dikenal pula dengan julukan Syekh Maghribi, Maulana Maghribi, dan Ki Ageng Bantal, ia dihormati sebagai wali paling senior di kalangan Wali Songo.
Selain itu, Sunan Gresik memiliki beberapa gelar lain, seperti Wali Quthub dan Mursyidul Auliya. Sebagai pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa, kontribusinya sangat besar dalam sejarah agama Islam.
Dikutip dari buku Sejarah lengkap Islam Jawa karya Husnul Hakim, berikut perjalanan dakwah yang dilakukan oleh Sunan Gresik.
1. Awal Dakwah di Gresik
Di Gresik, Maulana Malik Ibrahim mendirikan masjid di Desa Pesucinan, Kecamatan Manyar, yang berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pengajaran Islam.
Dakwahnya dilakukan dengan pendekatan persuasif, tidak menentang langsung kepercayaan lokal, melainkan menunjukkan keindahan dan kebaikan ajaran Islam. Sikap ramah-tamahnya berhasil menarik banyak orang untuk memeluk Islam.
2. Strategi Dakwah Melalui Perdagangan
Setelah berhasil menarik perhatian masyarakat Gresik, Maulana Malik Ibrahim mulai berdakwah ke luar dengan menggunakan perdagangan sebagai strategi. Ia berdagang di Desa Rumo, dekat pelabuhan yang dihuni orang-orang Rum (Persia).









