Porostimur.com, Jakarta – Bentrokan antara massa ojek online (ojol) dan pasukan Brimob di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025), berdampak langsung terhadap layanan transportasi umum di Ibu Kota. Bus TransJakarta Koridor 2 dan 5 yang melayani rute Kampung Melayu–Ancol terpaksa dihentikan operasinya karena jalur di sekitar Simpang Lima, Senen, dipenuhi konsentrasi massa.
Halte Lengang, Penumpang Bingung
Situasi itu membuat banyak calon penumpang kebingungan. Mereka yang biasa mengandalkan TransJakarta pada pagi hari harus mencari moda transportasi alternatif agar bisa sampai ke tempat tujuan.
Pemandangan halte TransJakarta di kawasan Senen pun tampak berbeda. Halte yang biasanya ramai mendadak lengang, tanpa ada satu pun bus yang masuk maupun keluar. Aktivitas penumpang lumpuh total sejak Jumat pagi.
Miswarni, seorang guru yang setiap hari menggunakan TransJakarta, mengaku kewalahan menghadapi kondisi ini.
“Merasa terganggu, tetapi karena demo berlanjut, saya ikutin saja. Saya sebagai guru wajib ke sekolah untuk mengecek anak murid saya ada yang datang apa belum. Terpaksa naik transportasi lain, mikrolet,” ujarnya.
Massa Masih Bertahan
Hingga Jumat pagi, massa ojol masih bertahan di sekitar lokasi bentrokan setelah sebelumnya sempat terlibat adu fisik dengan Brimob sejak Kamis (28/8/2025) malam. Kemarahan massa dipicu insiden di kawasan Pejompongan yang menewaskan seorang pengemudi ojol.




