Porostimur.com, Jakarta — Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di Laut Maluku, Kamis (2/4/2026) pagi. BMKG mencatat sejumlah gempa susulan yang masih dirasakan hingga Jumat siang (3/4/2026).
Gempa utama yang terjadi pukul 05.48 WIB tersebut bahkan sempat memicu tsunami kecil di beberapa wilayah, termasuk di Minahasa Utara dengan ketinggian sekitar 75 sentimeter, meski potensi awalnya diperkirakan bisa mencapai 3 meter.
Gempa Susulan Masih Terus Terjadi
BMKG mencatat gempa susulan terjadi pada pukul 01.46, 02.08, 04.06, 04.20, 07.22, 10.37, dan 11.42 WIT. Sebagian besar gempa dirasakan lemah di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, yang merupakan wilayah terdekat dari pusat gempa.
Hanya gempa pada pukul 07.22 dengan magnitudo 5,4 yang guncangannya dirasakan cukup kuat hingga Kota Ternate, dengan intensitas III–IV MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah hingga menyebabkan pintu dan jendela berderik.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya mengingatkan bahwa gempa susulan berpotensi berlangsung selama beberapa hari ke depan.
“Masyarakat di Maluku Utara dan Sulawesi Utara diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” ujarnya.









