Porostimur.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,6 di Provinsi Maluku Utara, khususnya di wilayah kepulauan terpencil seperti Pulau Mayau dan Pulau Tifure.
Langkah ini diambil menyusul gempa kuat yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (2/4/2026) dan berdampak luas terhadap ribuan warga.
Direktur BNPB Bidang Penanganan Darurat Wilayah I Agus Riyanto, mengatakan pihaknya telah mengoordinasikan percepatan distribusi bantuan ke daerah terdampak.
“Kami telah mengoordinasikan pengerahan kapal pencarian dan penyelamatan (SAR) negara untuk mendukung distribusi logistik,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Distribusi Bantuan dan Pemulihan Trauma
Selain penyaluran logistik, pemerintah juga memberikan perhatian pada pemulihan kondisi psikologis warga terdampak.
Layanan trauma healing dilakukan secara terpadu oleh dinas sosial bersama unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian.
Agus menegaskan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh selama masa tanggap darurat berlangsung, termasuk dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak.
Ribuan Warga Terdampak
Gempa yang sempat memicu peringatan tsunami tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Maluku Utara, meliputi Ternate, Tidore Kepulauan, serta Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan.









