Porostimur.com, Namlea – Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, menegaskan bahwa hasil Pemilu 2024–2029 menjadi peringatan serius bagi seluruh kader Golkar, khususnya di Kabupaten Buru. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru, Jumat (10/4/2025).
Dalam sambutannya, Umar mengawali dengan menegaskan bahwa Partai Golkar bukanlah partai yang lahir tanpa sejarah. Ia mengingatkan kembali akar panjang perjalanan Golkar dalam dinamika politik nasional sejak era awal kemerdekaan.
“Partai Golkar memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berawal dari berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya pada 20 Oktober 1964, Golkar lahir di tengah dinamika politik nasional pada masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno,” ujarnya.
Dari Basis Kuat hingga Kemunduran Elektoral
Umar menjelaskan, sejak awal berdiri, Golkar hadir sebagai wadah penghimpun berbagai golongan fungsional—mulai dari pemuda, buruh, tani, nelayan, perempuan hingga kalangan profesional—yang berkomitmen menjaga Pancasila dan UUD 1945.
Tokoh-tokoh seperti Letkol Suhardiman dari SOKSI, Brigjen Djuhartono, hingga Mayjen Suprapto Sukowati menjadi bagian penting dalam perjalanan awal Golkar yang kemudian berkembang dari 61 menjadi 291 organisasi dan dihimpun dalam tujuh Kelompok Induk Organisasi (KINO).









