Porostimur.com, Madrid – Kegagalan beruntun di Liga Champions mulai memantik alarm bahaya di tubuh Real Madrid. Dua musim berturut-turut terhenti di perempatfinal, tekanan untuk melakukan perombakan skuad kini tak terelakkan.
Pada leg kedua perempatfinal, Los Blancos kembali harus mengakui keunggulan Bayern Munich setelah kalah 3-4, yang membuat agregat menjadi 4-6. Laga yang berlangsung ketat itu berubah arah setelah Eduardo Camavinga menerima kartu kuning kedua di menit-menit akhir, memaksa Madrid bermain dengan 10 orang.
Situasi tersebut dimanfaatkan maksimal oleh Bayern yang mencetak dua gol tambahan untuk memastikan tiket semifinal.
Alarm Krisis di Santiago Bernabéu
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Madrid di kompetisi elit Eropa. Musim lalu, mereka juga tersingkir di fase yang sama usai dihentikan Arsenal dengan agregat telak 1-5.
Padahal, sebelumnya Madrid dikenal sebagai raja Eropa yang nyaris selalu menembus semifinal dalam empat musim beruntun, bahkan sempat meraih gelar juara. Kini, konsistensi itu mulai goyah.
Tak hanya di Liga Champions, performa domestik Madrid juga jauh dari kata meyakinkan. Mereka telah tersingkir lebih awal di Copa del Rey dan tertinggal sembilan poin dari Barcelona di La Liga.
Desakan Perombakan Skuad
Sejumlah tokoh sepak bola Eropa mulai angkat suara. Emmanuel Petit menilai ada pemain yang tak lagi berada di level yang dibutuhkan Madrid.









